MY TRIP

MY TRIP
kawah ciremai

Minggu, 16 Maret 2014

The Forgotten History


Artikel ini saya tulis dalam rangka memenuhi perjanjian dengan Nurul dan Yani setelah backpackeran keliling bogor liburan kemarin *sorry nihh telat ngerjain prnya* ok cekidooottttt…
Setiap orang punya sejarah dan itulah yang membentuk suatu kepribadian orang tersebut. Kalau dari kalimat sederhana saya, sejarah itu masa lalunya seseorang. Nah, cerita-cerita tentang sejarah, ada dua museum bersejarah yang kita kunjungi 20 januari kemarin.
1.       Museum Perjuangan Bogor
Di museum ada banyak sekali peninggalan-peninggalan pahlawan yang segera diabadikan oleh penjaganya. Ada senjata-senjata perang yang berupa senapan dan bambu runcing, baju-baju pahlawan yang sobek-sobek karena tembakan atau luka perang *masih banyak darahnya…*. Ada juga surat-surat yang ditulis langsung sama pahlawan sekitar 60 tahun silam *masih awet aja kertasnya*. Pohon yang katanya jadi tempat persembunyian pahlawan*lupa nama pahlawannya siapa* dari musuh berdiri kokoh di samping uang-uang lama. Lukisan yang selalu melihat ke arah si penikmat gambar walau telah berada di posisi yang berbeda juga ngga kalah menyita perhatian*seeerreeeemmmm*. Banyak banget ilmu yang bisa kita ambil dari museum ini. Sayangnya, berhubung ingatan saya tentang sejarah sedikit lambat dan ngga nyatet juga waktu itu jadi saya mau berbagi perasaan aja*bukan cinta lo ya* setelah masuk ke museum ini.
Pertama masuk museum ini akan ada penjaga tiket yang bersedia memberi tiket kalau kita menukarnya dengan 4000 rupiah *masalah uang aja inget*. Setelah itu akan ada pemandu baik hati yang akan menjelaskan sejarah museum ini. Setelah ber-wah moment melihat barang-barang bersejarah yang ada dari lantai pertama ke lantai dua, dan ber-oh moment mendengar penjelasan bapak pemandu museum, saya berpikir: kalau bapak ini ingin pensiun siapa yang akan meneruskan menjaga dan mengabadikan sejarah Bogor yang sayangnya, orang bogornya aja berpacu meraih cita-cita yang berbasic modern? Lalu, dinding-dinding museum yang retak dan atap yang bocor apakah akan terus dibiarkan saja? Padahal museum ini kan salah satu harta kota Bogor.
2.       Museum PETA
Selama dua puluh tahun di Bogor, hari itu pertama kalinya saya masuk ke museum PETA yang awalnya saya pikir adalah museum banyak peta, globe, atlas, terbentang. Ternyata, maksud PETA disini adalah Pembela Tanah Air. Berhubung PETA merupakan suatu peristiwa yang kebanyakan mengulas tentang suatu kegiatan, jadi orang-orang pencinta sejarah dengan kreatif membuat dorama tentang peristiwa ini*lupa juga siapa namanya yang bikin*. Di museum ini dengan baik hati pemandu menjelaskan sejarah tanpa meminta pembayaran tiket dan tour guide payment *makasih banyak pak.. tau aja kantong kita tipis* oh iya, bapaknya orang padang lo… jadi patahlah pernyataan yang bilang kalau orang padang itu pelit*sebagai orang padang ngga setuju sama pernyataan ini*. Yang paling saya ingat di museum ini adalah peristiwa 14 Februari. Apa itu? Disaat para pemuda-pemudi masa kini merayakan 14 februari dengan tuker-tukeran coklat*saya ngga pernah ikutan loh*, pahlawan kita pada tanggal 14 Februari 1945 sedang dihukum di Blitar karena melakukan pemberontakan kepada tentara jepang. Semangat pemuda saat itu yang tinggi demi mewujudkan kemerdekaan patut kita acungi jempol. Kalau mereka ngga segigih itu, entah bagaimana keadaan kita saat ini. Sayangnya hal ini dibalas oleh pemuda-pemudi kita dengan senang-senang merayakan valentine yang ngga jelas asal-usul sejarah dan kegunaannya apa. Mana rasa terimakasih pada pahlawan kalian? Padahal tidak sedikit pahlawan kita yang dihukum mati, dipenjara seumur hidup, bahkan ada yang sampai saat ini jasadnya tidak ditemukan… sumppahh.. malu jadi generasi sekarang kalau ngga ada hormat-hormatnya sama pahlawan.

Disaat kita sudah bersenang-senang dengan keadaan kita sekarang yang diperjuangkan susah payah oleh para pahlawan hingga mengorbankan segala kepemilikan bahkan nyawa sekali pun,apa yang kita lakukan sampai skarang? Apa yang telah kita perbuat untuk negara ini? Untuk Indonesia?? Cuma kalian yang tau jawabannya kawan… semangat membuat perubahan.. generasi muda generasi bersinar yang harus terasah tajam demi kemajuan Indonesia.. semangat terus kawan… :)… Bangkitkan jiwa nasionalism kalian.. argai alawan… dan tambahan satu lagi untuk adik-adik yang masih duduk di bangku sekolah, jangan tidur kalau lagi belajar sejarah…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar